Senin, 27 Maret 2017

Shigeaki no Cloud - 23 Maret 2017 [Indonesia Translate]





Catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato:
~”NEVERLAND” Edisi 2~


5. “7 Elements”

Saatnya memeriksa jawaban untuk “7”, yang telah disebutkan di catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato: ~”NEVERLAND” Edisi 1~. Maksudku, kupikir kalian akan mengetahuinya dengan mendengar lagunya.
Seperti yang dikatakan oleh Mr.Impossible, masing masing dari “7” elemen memainkan sebuah peran. Simpan hal ini dalam ingatan sembari kita melanjutkan.


6. Brightest

Inilah!
Briiighteeeest!!!!
Aku menyebutnya “cahaya”! Terjemahan sesungguhnya adalah “yang paling bersinar” di antara semuanya!!
Kau menginginkannya, namun ia di luar jangkauanmu. Lagu ini mengekspresikan tentang cinta yang mengoyak hati.
Orang yang memberikan lagu ini pada kami adalah LISA-san dan Taku Takahashi-san (m-flo) yang terkenal itu!! 

Masa mudaku!
Aku menyukai banyak lagu dari m-flo, namun aku masih ingat betapa terkejutnya aku ketika pertama kali mendengarkan lagu “come again”.

“Brightest” dan “come again” memiliki musik yang mirip.
Keduanya memiliki ritme dua ketukan, musik yang lembut, dan bagian rap yang sangat cepat, karakteristik khas LISA-san.
Aku tidak yakin berada di posisi yang tepat untuk mengatakannya, namun rekaman contoh lagu yang dinyanyikan oleh LISA-san untuk kami sungguh luar biasa dan menunjukkan kemurnian khas m-flo. LOL

Dalam rekaman contohnya, lagunya terdengar seperti lagu cinta yang kuat, seksi, dan elektrik, yang dinyanyikan oleh seorang wanita dewasa.

Namun lucunya, ketika kami menyanyikannya, lagunya malah terdengar imut. Seolah - olah lagu ini adalah lagu cinta yang dinyanyikan oleh seorang anak laki –laki yang masih polos.
Hal ini membuatku menyadari betapa NEWS sungguh luar biasa. Kami bisa membuat lagu dengan cara kami sendiri.

Auto-Tune (pada dasarnya sesuatu tentang mengoreksi nada, dan membuat suara vokal kita menjadi terdengar parau) benar – benar efektif untuk membuat suara yang bagus.

Ketukan nadanya menjadi semakin cepat ketika mendekati akhir lagu. Perpaduan yang spektakuler dari keheningan dan pergerakan hampir membuatku pusing. Aku harus bertepuk tangan untuknya! Maksudku, bukankah setiap suaranya terasa terlalu keren?

Juga, pada akhir lagunya. Massu dan Tegoshi masing – masing menyanyikan sebuah frasa di akhir lagu.
Dunia yang begitu jernih yang mereka ciptakan terasa hampir sempurna.
Saat itulah aku menyadari sesuatu.

Sejak awal lagunya hingga di titik ini, rasanya seperti lagu ini ditujukan pada seorang wanita yang ia sukai.

Namun pada akhir lagu, ada bagian yang membuat kalian berpikir bahwa lagu ini tidak ditujukan pada seorang wanita, melainkan sebuah...sosok yang seperti Tuhan...
Bukankah lagi ini terdengar seperti ia sedang berdoa dengan putus asa, “Oh, cahaya yang menyinariku, tolong kabulkanlah harapanku” tentang cintanya yang tak berbalas?

Pada separuh bagian awal, ia menyebutkan ingin menggunakan doanya sebagai sebuah kesempatan.

Aku bisa mengerti mengapa lagu ini terasa sangat istimewa ketika aku memikirkannya.
Rasanya seperti sebuah penyelamat. Itulah yang dimaksud dengan “cahaya” di sini, dan seperti yang telah kita sebutkan di “7 Elements”, hal tersebut sepadan dengan “harapan”.

Ada cahaya tak terbatas yang menyinari kita sepanjang waktu. Tentu saja, itu adalah harapan.
Cinta ini tentu akan dijawab. Harapan membuat kita merasa seperti ini, dan selalu berada di sisi kita.
... Atau sesuatu seperti itu. Mungkin aku membacanya dengan terlalu dalam. Namun lagu ini sangat indah, bisa dibilang lagu yang sangat mengagumkan.


7. Silent Love

Lagu ini adalah lagu yang paling seksi dan paling dewasa di album, dan entah bagaimana terdengar seperti mempunyai elemen semacam lagu kebangsaan.
Ketukan drum four-on-the-floor di sepanjang lagunya mempunyai suara yang terdengar bagus, namun liriknya mengekspresikan sebuah pergolakan batin yang kuat.
Dalam satu kata, lagu ini bisa disebut “perasaan ambivalen”
(Ambivalen artinya dua kutub emosi yang berseberangan, seperti “cinta” dan “benci”, yang hadir di saat bersamaan)

Aku, Kato, adalah yang pertama kali menyanyi. Suaraku, bagaimana mengatakannya ya... agak serak. (kutebak kalian semua sudah mengetahuinya)

Namun pada lagu ini, aku menurunkan kadarnya, dan menyanyikannya sehalus dan seberat yang aku bisa.
Dengan melakukannya kupikir aku akan bisa mengekspresikan emosi dari ambivalen ini. Secara pribadi aku cukup senang dengan hal itu.

Suara berat Koyama, yang merupakan keahliannya, terdengar sedih dan cocok dengan lagunya.
Suara vokal Tegoshi terdengar jujur dan emosional. Massu, di sisi lain,  menggambarkan tentang ambivalen dengan rapnya yang menenangkan di sepanjang lagu, sambil menunjukkan emosi pada bagian - bagian tertentu.

Menurutku salah satu dari ciri khas lagu ini adalah ada beberapa bagian yang dinyanyikan bersamaan.
Semua bagian lagu dinyanyikan secara solo kecuali di bagian refrain terakhirnya.
Hal ini juga merupakan kasus yang sama seperti lagu pasangan dari singel “EMMA”, yaitu “Snow Dance”.
Kupikir cara seperti itu dapat bekerja dengan baik pada lagu baru kami.
Aku jadi merasa seperti semua member sedang mencari petunjuk yang berbeda – beda, dan menghadapi masalah - masalah yang berbeda pula.
Kami semua mengekspresikan ambivalen dengan cara yang berbeda.
Kemudian, di bagian paling akhir, keempat emosi itu saling bersilangan.
Aku membayangkan “Silent Love” ini tentang jenis cinta yang seperti apa.
Apakah ini cinta untuk seseorang yang sudah menjadi pasangan? Atau mungkin ia sendiri yang memiliki seorang pasangan.
Cinta di sini berbanding terbalik dengan cinta pada lagu “Brightest”.
Di mana ada cahaya, di situ selalu ada bayangan. Kedua lagu ini mengekspresikan tentang “ambivalen” dari NEWS.


8. Koi o Shiranai Kimi e

Mengejar cinta. Cinta yang tak bisa dihindari. Dan dari situ, kemudian menjadi “cinta yang hilang”.
Lagu ini adalah lagu tema penutup untuk drama seri “Toki o Kakeru Shojo”.

Kalian bisa membayangkan segala macam hal ketika mendengarkan lagunya, namun aku yakin bahwa kisah cinta di musim panas yang mengoyak hati dari drama seri ini hadir di pikiran hampir semua orang yang menontonnya.
Walaupun kalian tidak tahu drama serinya, kalian akan teringat tentang musim panas ketika mendengarkan lagu ini, dan merasakan kesedihannya di hati kalian.

Lagu ini terdengar menarik, namun sesungguhnya adalah lagu yang paling sedih, menurutku.
Suara nyanyian kami sangat heroik, mengekspresikan cinta dengan sangat murni dan secara tepat...

Kupikir lagu ini memiliki catatan yang paling sedikit di antara semua lagu dalam singel, namun lagu ini membuat semua member terasa dekat dengan kalian.
Fakta bahwa ada banyak huruf “a” terdengar dalam liriknya juga membuat efek semacam itu.

Terdapat banyak catatan pada setengah bagian kedua dari lagu ini, dan band-nya  terdengar lebih dinamis. Suara kami juga menjadi lebih kuat dan mengungkapkan lebih banyak emosi.

Kemudian, terdapat gema dari berbagai alat musik setelah kami selesai menyanyi.
Ini seperti sebuah awan yang terkoyak. Bukan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk dilihat.

Bahkan berbagai pengalaman sulit pun menjadi waktu yang berharga.
Lagu ini mungkin akan membuat kalian merasa seperti itu.

Ketika memandang lagu – lagu itu dengan cara begini,  bagian album yang ini mungkin bisa digolongkan sebagai “Tiga lagu cinta NEVERLAND”. Mereka semua sangat luar biasa.

Kalau begitu, di waktu mendatang aku akan memulai dengan “Neverland Cast Members”!

cr.Jweb
by.D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar