Jumat, 09 Februari 2018

Shigeaki no Cloud - 07 Februari 2018 [Indonesia Translate]




Lama tidak berjumpa.
Maaf ini sudah lama sekali ya...


Aku ingin update lebih teratur, tapi akhirnya aku malah mundur.


Ini sudah lama semenjak update terakhirku, tapi sesuatu yang ingin aku bicarakan semuanya sama saja.
Maaf.




Ini tiba-tiba, tapi aku suka semua jenis penghargaan.


Aku suka M-1, King of Conte, penghargaan film luar negeri, dan juga baru-baru ini Grammy Awards di New York.
Alasannya adalah aku dapat bertemu artis-artis baru dan entertainer yang aku tidak tahu apa-apa tentang mereka, dan juga dapat melihat penampilan yang benar-benar aku tahu.


Itu sama halnya dengan novel. Sebagai pembaca, sangat menginspirasiku untuk melihat hasil dari berbagai macam penghargaan menulis.
Tentu saja, sebagai penulis, aku juga terinspirasi untuk ikut dalam urutan novelis-novelis itu.


Meskipun begitu, lebih dari menulis untuk memenangkan penghargaan. Aku hanya mencoba membuat sesuatu yang aku tertarik secara personal. Dari waktu ke waktu, aku berbicara tentang penghargaan sebagai bahan obrolan di variety show, namun itu berbeda.


Satu penghargaan yang aku suka adalah Twitter Literary Awards.
Seperti yang kalian duga dari namanya, Twitter Literary Awards adalah penghargaan menulis dengan menitik beratkan hasil pilihan suara dari pengguna twitter.


Aku menantikan untuk melihat hasilnya setiap tahun.
Aku mengatakannya sebagai seorang pecinta buku.
Bukan sebagai penulis.


Twitter Literary Awards diatur sederhana untuk pencinta buku, dan itu lah yang aku suka dari hal itu.
Karena Twitter Literary Awards ditentukan oleh pengguna twitter, sistemnya mengizinkan semua orang untuk memberikan suara.
Pecinta buku memilih buku yang dibaca sepanjang tahun yang menurut mereka adalah yang paling menarik.


Twitter Literary Awards dimulai dengan Toyozaki Yumi-san, kritikus sastra yang sangat aku hargai dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Sebagai tambahan, diluar kritikus sastra (aku minta maaf jika deskripsi ini tidak akurat) yang terlibat dalam Twitter Literary Award, aku sudah ditinjau oleh Sugie Matsukoi-san beberapa kali, dan dia membantuku dalam talk event. Aku menyukainya. Omori Nozomi-san dan Sasaki Atsu-san juga sudah meninjau kerjaku, dan aku sangat berterima kasih karenanya. Aku rasa semua dari kritikus sastra yang terlibat dalam Twitter Literary Awards merupakan orang-orang yang luar biasa dan benar-benar profesional sebagai pembaca buku.


Bagaimanapun, aku akan masuk ke topik utama sekarang.


Biarkan aku mengatakan hal ini satu kali lagi. Untuk Twitter Literary Awards, penempatannya dipilih berdasarkan suara pengguna twitter, dan siapapun dapat memberikan suara.


Untuk alasan ini, tampaknya ada beberapa orang yang memberikan suara pada karyaku.

Nampaknya ada beberapa orang yang meminta suara untuk karyaku juga.
Sejujurnya, aku bahagia akan hal itu.

Akan tetapi, jika kalian memberikan suara padaku karena kalian ingin mendukungku dan membantuku sebagai idol, dengan rendah hati aku meminta kalian menahan diri untuk tidak melakukannya.


Mungkin beberapa diantara kalian kecewa mendengar ini dan merasa bahwa aku sangat tidak berterima kasih atas dukungan kalian.
Kepada kalian yang mencintai buku-ku mungkin akan merasa aku sudah menolak kalian.
Aku sangat minta maaf.


Akan tetapi, ini lah yang aku rasakan. Aku pikir suara untuk buku-ku sangatlah lancang dan aku harap mereka dapat membatalkannya.


Lebih dari apapun, aku tidak ingin menyebabkan ketidaknyamanan untuk pecinta buku yang menantikan Twitter Literary Awards.


Aku pikir terdapat beberapa penulis yang benar-benar luar biasa yang mendapatkan ketenaran nama mereka melalui Twitter Literary Awards.
Aku harap kalian semua akan mengambil inspirasi dari semua penghargaan sastra dan membaca banyak buku.


Terdapat banyak sekali buku di luar sana yang menarik di dunia ini! Berton-ton dari mereka! Jadi ayo semuanya untuk membaca semua jenis buku!


ⓒ Jweb
by. A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar