Kamis, 21 April 2011

I'm a Stalker


Author : Anisu
Tittle : I'm a Stalker
Pairing : Massuda Takahisa X OC (Naruse Tomomi) X Ohno Satoshi
Genre : Comedy (dikit) + Romance = CoRa (?)
Rating : PG-13
Disclaimer : plotnya bikinan khayalan saya yang lagi gaje banget TT.TT
N/B : khusus dan di pesan untuk rheya-neenyan 8DD

“Itekimasu.. aku mau pergi mancing dulu.” seorang gadis yang berusia sekitar 20 tahunan berpamitan pergi kepada Kaa-sannya.

“Jangan lama-lama nanti kulitmu hitam, Tomomi.” sahut Kaa-sannya.

Wanita tersebut tidak mengacuhkan kata-kata Kaa-sannya. Lagi pula ia ingin memancing hanya untuk menjadi stalker. Sekarang-sekarang ini ia sedang menyelidiki kedua pria yang ia sukai beberapa bulan yang lalu. Dan karena kemampuan stalkernya bisa di katakan hebat, ia dapat mengetahui dengan mudah jadwal lelaki tersebut. jadi mudah saja baginya untuk pergi ke tempat yang ada 2 orang yang disukainya.
Sampainya di tempat pemancingan, ia mengambil tempat duduk yang strategis dengan lokasi tempat memancing kedua lelaki incarannya. Ia segera menyiapkan kamera dan buku tulis kecil untuk memfoto dan untuk menulis hal-hal penting yang terjadi.

3 jam ia menguntit kedua pria tersebut,  dan akhirnya salah satu dari mereka sadar. Bahwa mereka sedang di untit sekarang. Salah satu dari pria tersebut yang umurnya seperti sudah berkepala tiga, langsung menghampiri wanita yang bernama Naruse Tomomi.

Tomomi sadar, bahwa ada seseorang yang segera menghampirinya, ia hanya tersenyum dan, “Konnichiwa Oh-chan, sedang mancing bersama Massu ya? Aku lihat tadi kalian akrab sekali, maka tidak ada salahnya kan jika aku memfotomu dengan Massu-kun.” 

Siiingg siiingg *bunyi angin ceritanya* eksistensi yang di ajaknya bicara, hanya melewatinya begitu saja. Ternyata ia cuma ingin membeli minuman yang kedainya tepat di belakang Tomomi.

“Aku harus mencatat hal ini, bahwa Oh-chan itu orangnya gak peka dan lambat.” Tomomi  mencatat hal penting yang baru saja ia dapatkan.

“Tomo-chan, kau sedang apa?” tanya laki-laki yang ia perhatikan sedari tadi, dan sekarang laki-laki yang bernama Massu tersebut ada tepat di samping dia.

“KYAAAA..” Tomomi berteriak histeris, buku yang ada di tangannya melayang dan nyemplung ke kolam ikan. Wajahnya kini pucat pasi, apa yang terjadi jika Massu mengetahui hal yang ia tulis sejak dulu tentang dirinya dan Oh-chan temannya.

“Buku ku.” Tomomi berkata miris.

PLUNG, Massu ikutan nyemplung ama bukunya. “Ini bukumu.” buku itupun langsung di sambar cepat oleh Tomomi sebelum Massu melihat apa isinya.

“Arigatou, Massu-kun. Kau harus repot-repot nyemplung ke kolam ikan cuma buat ngambil buku ku.” Tomomi berkata haru.

“Daijobou, aku ini kan MaSuperman.” Massu dengan bangganya bergaya seperti superman.

“Sebenarnya Massu itu kawaii dan baik, tapi dia terlalu bodoh dan lemot.” Tomomi berkata dalam hati.

“Tomo-chan, aku tidak bodoh dan lemot!! Tak ingatkah kemarin aku baru saja mendapatkan beasiswa karena memenangkan olimpiade.” 

JLEB, serasa ada pisau yang menusuk nusuk Tomomi. Ternyata Massu dengan tepat membaca pikirannya.

“Massu, apa yang kau lakukan disitu? Kau curang sekali mau mengambil ikan langsung dengan tanganmu agar bisa mendapatkan ikan lebih banyak. Kalau begitu aku juga akan mengikuti caramu.” Ohno yang tiba-tiba datang dari belakang langsung nyemplung.

“Bodohnya mereka.” Tomomi menggelengkan kepala sambil memotret Massu dan Ohno yang sedang berebutan menangkap ikan.

Selesai memfoto beberapa jepretan, Tomomi langsung pergi meninggalkan pemancingan tersebut, ia sudah terlalu lelah untuk hari ini.

Malam harinya, Tomomi sedang menyelesaikan tugas hidupnya. Yaitu mencetak photo yang baru saja ia dapatkan tadi siang, dan mencermati suatu hal tentang Ohno dan Massu yang baru ia dapatkan siang tadi.
Ia merenungi suatu hal di kamarnya, ia berpikir keras! Siapakah yang akan ia pilih untuk menjadi pacarnya bahkan untuk menjadi suaminya. “Kalo di liat dari umur, Oh-chan terlihat lebih matang. Tapi aku tidak tahan dengan sifatnya yang begitu lambat. Sedangkan Massu, ia baik dan sering sekali membuat kejutan untukku. Tapi kadang-kadang sifatnya memalukan. Aduh!! Aku bingung sekali!! Tapi keduanya begitu menggoda. Aaah!! Bagaimana ini?!!” Tomomi berkata pada dirinya sendiri.

“Tomomi, ada temannya.” teriak Kaa-sannya dari bawah.

Tomomi pun turun, dan ia kaget mendapati apa yang telah ia lihat saat sampai di bawah. “Ma..Massu-ku..n..”

“Konbanwa Tomomi, ini ikan bakar. Ikannya yanag aku pancing tadi lho.” Massu memberikannya sambil tersenyum dengan gayanya.

“Arigatou.”

“Oh, iya tadi kenapa pulangnya cepet banget. Gak ngeliat aku dan Ohno tanding nangkepin ikan yang banyak?” tanyanya dengan tampang polos.

“HEH? Buat apa ngeliatin? Lagi pula tadi udah cape banget.”

“Biasanya Tomomi kan selalu merhatiin aku dan Ohno, deshou?”

“Massu tau rupanya, apa yang harus aku lakukan?” Tomomi berkata dalam hati.

“Aku dan Ohno udah tau sejak lama kok.” Massu mulai serius.

“Hahaha rupanya aku ketauan jadi stlaker.” mungkin jika ia tertawa itu akan lebih baik, pikir Tomomi.

“Jujur, aku senang lho di untit gitu. Baru sekali aku di untit ama cewek. Malah Ohno sempet ngatain aku gak laku gara-gara gak pernih di untit.” Massu bercerita dengan tampang polos.

“Aku pikir malah banyak yang nguntit Massu, ternyata gak ada ya selain aku? Malah aku pikir Oh-chan gak ada yang nguntitin, ternyata aku salah.”

“Tomo-chan, emang aku gak cakep ya? Emangnya aku bodoh ya?” pertanyaan yang cukup membuat Tomomi berdebar hebat.

“Aku pikir Massu itu kawaii, tapi emang kadang-kadang bodoh sih. Boleh saja kau di katakan pintar karena memenangkan olimpiade di kampus. Tapi masa kamu ngga tau kota New York itu dimana?”

“Kamu mendengar pembicaraanku dengan Shige pekan lalu ya?” wajah Massu mulai memerah karena malu.

“Un.” Tomomi mengangguk.

“Massu tau kan, kalo aku itu stalker. Jadi aku pasti denger percakapan apa saja yang kau lakukan?” Tomomi membanggakan dirinya.

“HEH? Seprofesional itukah kau menjadi stalker?”
Tomomi tidak menjawab, ia hanya tersenyum.

“Tadaima.” Nee-channya yang umurnya tidak terlalu jauh dengan Tomomi baru saja tiba di rumahnya, dan sepertinya ia membawa seorang pria ke rumah.

“Okaeri.” sahut Tomomi dan Kaa-sannya bersamaan.

“Kaa-san, kenalkan ini pacarku. Namanya Ohno Satoshi.”
Suara Nee-channya terdengar oleh telinga Tomomi, ia tidak menyangka bahwa nee-channya sudah mempunyai pacar. Dan tepatnya pacarnya itu adalah orang yang ia untit sejak beberapa bulan lalu. Akhirnya ia menemui jawaban siapa yang harus ia pilih.

“Akhirnya.. Akhirnya..” kata Tomomi dengan wajah sumringah.

“Kenapa jawabannya akhirnya? Hey, Tomo-chan.” Massu menarik Tomomi kembali dari dunia bengong (?) ke dunia nyata.

“Hah? Nande?” Tomomi bertanya dengan muka cengo.

“Gak dengerin ya tadi?” wajah Massu mulai masam.

“Iie, hehe. Gomen gomen, bisa di ulang lagi?” pinta Tomomi.

“Kimi ga suki da, Tomo-chan.” terlihat raut wajah Massu yang begitu serius.

“HEH?? KOK BISA?” pertanyaan bodoh yang di lontarkan Tomomi. Harusnya ia senang, laki-laki yang ia sukai ternyata juga suka dengannya.

“Ih dasar lambat!! Gak pernah sadar ya? Dari dulu, dari kita masih kecil. Aku selalu perhatiin kamu, aku gak mau kamu terluka. Tapi kamu malah gak sadar, kalau aku suka sama kamu.”

Kaget, itulah yang Tomomi alami saat ini. Ia tidak pernah tau, bahwa Massu yang teman sekelasnya di kampus dan juga merupakan temannya sejak kecil sudah menyukainya sejak lama.

“Tomo-chan?” lagi-lagi Massu menarik Tomomi dari dunia bengongnya.

“Hai?”

“Kau lambat ya? Ngatain orang lambat, sendirinya lebih lambat. Boleh aku tau jawabannya sekarang?”

“Jawabannya sama denganmu.” Tomomi menunduk malu, kini wajahnya sudah sangat merah. Dan Massu, wajahnya kini bahagia sekali.

Sekarang terjawablah sudah siapa yang Tomomi pilih, Massu atau Ohno. Dan ini sebenarnya berkat Nee-channya juga. Jika Nee-channya tidak jadian dengan Ohno, mungkin Tomomi juga tidak menjadi pacarnya Massu sekarang.

END

(gomen, super gaje TT.TT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar