Tampilkan postingan dengan label neverland. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label neverland. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Shigeaki no Cloud - 7 April 2017 [Indonesia Translate]






Catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato: ~NEVERLAND Edisi Ayame~

Aku merasa sedikit kesulitan untuk memutuskan dari mana harus memulai  ketika membicarakan tentang lagu ini, namun kupikir jika aku membicarakan tentang bagaimana aku bisa membuat lagu ini, kau akan menemukan beberapa informasi yag berguna tentang bagaimana mendengarkannya. Kupikir aku akan melakukannya.

Pada dasarnya aku menuliskan semua lagu soloku sendiri.

Ada beberapa alasan untuknya.
Pertama, aku suka menulis lagu.
Juga, kadang aku mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang novelis, jadi aku yakin ada beberapa orang di luar sana yang ingin sekali menantikan tulisanku dan ini adalah caraku memenuhi harapan mereka.

Bahkan, aku melakukannya untuk membuat sesuatu yang membuatku puas sepenuhnya. Jika hal ini berubah menjadi tidak memuaskan, tak ada yang bisa kusalahkan selain diriku sendiri.

Ada alasan lain juga.

Aku bisa menjadi orang terakhir di grup kami yang membuat lagu solo sendiri.LOL

Mungkin ini adalah sesuatu yang tidak menarik bagi pendengar, namun caranya bekerja adalah ketika ketika kau meminta seseorang untuk menulis sebuah lagu, kau, tentu saja, perlu membuat penawaran resmi. Kemudian ada banyak lalu lalang sepanjang penciptaan lagunya.

Namun, ketika membuat laguku sendiri, aku hanya perlu menyewa jasa penggubah musik setelah kurang lebih aku membuat rekaman awal lagunya. Tak perlu banyak revisi dan jika aku memberikan pengarahan yang jelas pada penggubah musiknya, ia akan menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat cepat tanpa diragukan lagi.

(yang menunjukkan betapa berbakatnya seorang penggubah musik itu.)

Hal ini mungkin menjadi sebuah produk dari posisi maupun kepribadianku, namun pertama – tama aku ingin mencari petunjuk tentang lagu solo dari member lain sebelum memikirkan milikku sendiri.

Dengan begitu, isi dan penampilan yang direncanakan untuk lagu kami tidak akan saling tumpang tindih satu sama lain.

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa  melakukan hal seperti ini akan mencegahku untuk membuat lagu yang kuinginkan, namun bukan itu masalahnya.

Aku memiliki banyak hal yang ingin kulakukan, tak terbatas jumlahnya.LOL

Hingga saat ini, Aku telah membuat laguku dengan memilih dari beberapa alternatif yang memungkinkan, atau membuat beberapa perubahan kecil.
Sesungguhnya, untuk tema “NEVERLAND”, salah satu dari ide awalku adalah bagaimana laguku bisa menjadi sesuatu yang menggunakan hewan untuk mengekspresikan konsep keberagaman.

Namun, tak lama setelah itu, kudengar Koyama-san akan menyanyikan lagu “Nyanta”, jadi kupikir lagunya akan menjadi sejenis.

Juga, aku khawatir bahwa segala hal akan menjadi terlalu imut jika aku menggunakan hewan pada konsep laguku.
Karena itulah, aku mempertimbangkan untuk menggunakan tanaman saja daripada hewan.

Kembali pada apa yang kukatakan sebelumnya,
Aku ingin menjelaskan mengapa aku ingin menulis lagu yang menggunakan hewan untuk mengekspresikan konsep keberagaman.

Baiklah, tentu saja, ide tersebut datang dari judul albumnya “NEVERLAND”.

Ketika mengetahui judulnya, “NEVERLAND”, Aku mulai memikirkan tentang surga dan tempat yang penuh kedamaian.

Mungkin menurutmu aku memikirkan tentang utopia, namun aku hanya ingin membuat dunia ini menjadi sebuah tempat yang menyenangkan.
Aku membayangkan sebuah dunia yang dipenuhi dengan cinta.

Aku merasa bahwa keberagaman adalah hal yang mutlak dibutuhkan dalam sebuah tempat.
Jadi, aku memikirkan tentang cinta dalam caraku sendiri dan mendapatkan kesimpulan bahwa aku bisa membuat lagu yang luar biasa jika aku bisa menggunakannya untuk mengekspresikan konsep keberagaman.

Aku merasa bahwa tak ada lagu lain di album ini yang akan memiliki tema sedalam dan seberat itu.


Keberagaman. Cinta. Dan tanaman.

Juga, satu lagi bayangan yang memasuki pikiranku, yaitu pelangi yang terbentang di langit.


Bukankah pelangi itu sangat cantik? Aku bisa memandangnya lagi dan lagi tanpa merasa bosan.
Aku merasa bahwa hal ini akan secara sempurna pas dengan “NEVERLAND”.

Juga, pelangi sering digunakan sebagai lambang dari keberagaman.
Mereka menggunakannya sebagai lambang dari LGBT (Tolong jangan salah paham. “Ayame” adalah lagu tentang keberagaman, bukan LGBT),
Dan bahkan lambang Olimpiade, yang menggunakan sebagian dari pelangi, memiliki warna yang beragam untuk mengekspresikan konsep keberagaman.

Dengan begitu, aku memetakan lagu ini di kepalaku dengan memusatkannya pada bayangan tentang keberagaman, cinta, tanaman, dan pelangi.


Sampai sekarang, Aku telah membicarakan tentang tema lagu ini, secara khusus pada lirik lagunya.

Sekarang tentang lagunya sendiri,

Sebelum aku bisa memutuskan liriknya secara spesifik, aku perlu menuliskan melodi untuk lagu ini.

Aku perlu memberikan beberapa catatan kepada penggubah musiknya sebelum dikerjakan, jadi ia bisa mengerjakannya, dan belakangan aku sering mulai menulis lagu bengan membuat melodinya terlebih dahulu.
Aku bisa bertahan pada liriknya hingga menit – menit terakhir.

Dari bayanganku tentang lagu yang baru kuceritakan, aku perlu memutuskan melodi dan bentuk seperti apa yang akan dimiliki lagu ini. Ini adalah saat di mana aku harus memikirkan banyak hal, dan hal tersebut membutuhkan banyak keberanian.

Untuk lagu ini, aku bertekad untuk membuat sesuatu yang luar biasa.

Sampai sekarang, aku telah menulis banyak lagu yang fokus utamanya pada membuat bagian refrainnya menjadi seperti lagu pop atau atau sesuatu yang sangat menarik.

Bagaimanapun, kali ini, Aku tidak terlalu peduli tentang hal itu dan mencoba membuat sebuah lagu yang lebih lengkap.

Kau mungkin berpikir aku pamer, namun,

Sesungguhnya, aku membuat lagu ini dengan mencoba menuangkan semua bakat seni yang kumiliki ke dalamnya.

Mungkin menurutmu terlalu berat atau sulit untuk didengarkan, namun aku hanya ingin membuat lagu yang benar – benar kusukai dan menjadi salah satu karya yang paling memuaskan yang pernah kubuat.

Aku menulis melodinya sambil bermain gitar. Aku menggunakan waktu luangku selama syuting “Kirawareru Yuuki”.LOL

Namun, ketika benar – benar mengerjakan lagunya, aku mengalami kesulitan untuk menemukan nada yang pas untuk digunakan.

Pada saat seperti itu, aku mendengarkan rekaman contoh lagunya. Kupikir aku menuliskannya tahun lalu hanya untuk bermain – main. Mereka merekamku menyanyi diiringi gitar yang kumainkan dengan sekumpulan kunci yang penuh ketegangan.

Aku benar – benar lupa tentangnya, namun, pada liriknya terdapat kata “kakitsubata (iris)”.

Aku tidak ingat mengapa aku terpaku pada bunga Iris saat itu.

Namun, ketika aku mendengarkan liriknya, aku merasa “Oh! Aku menemukan tanamanku”.

Setelah ini, sebuah keajaiban terjadi karena banyak hal yang saling terpisah dihubungkan menjadi satu. Bahkan aku terkesima melihat betapa menakjubkan hal itu.

Bagaimanapun, aku memulai dengan meneliti tentang “kakitsubata”.
Dalam bahasa Inggris, “kakitsubota” berarti “Iris”.

Itulah saat ketika aku bereaksi dengan mengatakan “Apa??”

Bukankah “irises” sama dengan “ayame(iris)”? Itulah yang kupikirkan.
Ya, benar, keduanya “kakitsuba” dan “ayame” berarti “iris” dalam bahasa Inggris.
Keduanya berasal dari spesies bunga yang sama.

Ada sebuah kalimat terkenal yang kugunakan dalam lirikku.

“Izure ayame kakitsubata”
Itu berarti keduanya sama – sama cantik dan susah untuk dipilih.

Hal tersebut membawaku untuk meneliti lebih jauh tentang bunga iris.
Tampaknya asal muasal kata “iris” dalam bahasa Inggris ini diambil dari salah satu dewi dalam mitologi Yunani, yaitu Dewi Iris.

Sekarang bicara tentang dewi “Iris”,

Ia adalah dewi pelangi!!!!!!

Wow! Semuanya saling terhubuuuuuung!!!!

Kau tidak akan percaya betapa senangnya aku ketika mempelajarinya.LOL

Ngomong – ngomong, dalam episode “NEWS na Futari” di mana temanya tentang LGBT, ketika kami pergi ke “Pusat Keberagaman Kesetaraan Lelaki dan Wanita” di pusat kota Shibuya diberi nama “Iris” dan memiliki lambang bunga iris berwarna pelangi.

Segalanya mulai menyatu.

Setelah itu, mudah untuk menyelesaikan lirik dan melodinya.

Aku menyebutkan “Gogh” karena lukisannya,”Bunga Iris”. Kau tahu, Vincent van Gogh tidak hanya melukis bunga matahari.

Kupikir kau sudah mengetahuinya, namun lirik “kumo no ito (benang laba – laba)” terinspirasi oleh Akutagawa.

Pada bagian refrainnya, aku emnggunakan kalimat “keshite(tidak pernah)”, dan ini adalah sesuatu yang kusimpan dalam pikiranku sejak membuat melodinya.

Aku memikirkan kalimat lain, namun tidak ada yang mengalahkannya.

Aku menyelesaikan melodinya dengan mengandalkan kunci yang kugunakan pada lagu – lagu yang kubuat tahun lalu ketika aku membutuhkan bantuan ekstra.

Aku khususnya menyukai bagian terakhir di mana melodinya berubah.

Oh, yeah, aku menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang kunci dan refrain seperti apa yang harus kugunakan.

Aku khawatir bahwa lagunya tidak bisa bekerja jika bagian refrainnya tiba – tiba berubah menjadi kunci yang lebih rendah. Namun, jika kita melakukan falsetto pada refrainnya, aku juga jadi khawatir akan menjadi terlalu halus.
Pada bagian akhirnya, kami merekam dua versi tersebut dan menggunakan mereka si atas masing – masing.LOL

Itu adalah percobaan yang menyenangkan. Dan, jika kau bisa mempercayainya, lagunya menjadi cukup bagus, Kupikir  orang yang menggabungkannya memiliki pekerjaan yang sangat sulit. Namun, terima kasih untuknya, lagunya benar – benar terpoles.

Juga, secara keseluruhan, nyanyian ami-san selama bagian refrain benar – benar membantuku.

Aku tidak bisa menemuinya secara pribadi, namun aku sangat berterima kasih bahwa ia menyanyikan lagunya sesuai dengan apa yang kuharapkan.

Rap bertempo cepat adalah yang terbaik!

Aku sering mengatakannya, namun aku ingin mendengar orang lain menyanyikan laguku.LOL

Aku mengajukan permintaan bahwa kami hanya menggunakan penyanyi latar selama bagian refrain, namun, seperti yang sudah diperkirakan, hal itu ditolak.LOL

Mereka berteriak kepadaku “Namun bukankah ini adalah lagu solomu?”LOL

Pada awalnya, lirik bahasa Inggris pada bagian interlude tidak ada dalam rekaman contohnya, namun ketika iringan musik selesai, aku memasukkannya sebagai sampel dan responnya bagus, jadi aku mempertahankannya tetap ada.
Hal ini seperti penanda kecil dariku untuk mempertahankan bagian dengan lirik bahasa Inggris ini.LOL

“Open the door”

Aku merasa bahwa lagu ini seharusnya memasukkan beberapa kata bahasa Inggris jika aku ingin mengekspresikan ketidakterbatasan.

Benih bunga iris tumbuh ketika hujan, kemudian bunganya tumbuh, dan pelangi bersinar melintasi langit ketika hujan berhenti.

Kemudian perlahan – lahan menghangat dan kau bisa merasakan lebih banyak emosi.

Dengan semua penggambaran itu, entah bagaimana aku menyelesaikan lagu ini.

Aku meletakkan banyak diriku ke dalam lagu ini dan awalnya aku khawatir tentang itu, namun para anggota staf banyak yang memujinya, jadi lagu ini membuatku sangat percaya diri.


Aku akan sangat senang jika kau bisa menikmatinya.

...sepertinya aku menulis terlalu banyak.LOL

Setidaknya aku mengatakan semua yang ingin kukatakan... mungkin?
Ketika mulai berbicara, aku memiliki kebiasaan untuk tetap berbicara dalam waktu yang panjang.

Aku senang telah memisahkan bagian ini dari pembahasan tentang lagu solo member lain.

Dengan demikian, inilah akhir dari catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato: ~NEVERLAND Ver.~
Aku menyelesaikan semuanya.

Apakah kalian bersenang – senang?
Wah! Pada akhirnya, ini menghabiskan waktu dua puluh jam! LOL

Terima kasih untuk ini, aku berhenti memposting hal lain, namun karena aku yakin kalian menikmatinya, aku sama sekali tidak menyesal!

Oke! Sampai jumpa lagi lain waktu untuk pembahasan lain dari catatan yang sangat pribadi ini!
Sampai jumpa!


cr.Jweb
by.D

Kamis, 13 April 2017

Shigeaki no Cloud - 6 April 2017 - Part 2 [Indonesia Translate]






[PART 2]


19. Ayame

...Aku akan melompati ini dulu sekarang.
Jika menuruti keinginanku, tulisan ini akan menjadi sangat panjang.

Aku akan mengunggahnya sebagai “Catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato: ~NEVERLAND Edisi ‘Ayame’~” di kesempatan selanjutnya.

Jangan ke mana – mana ya, saudara – saudara. Maafkan aku!


20. FOREVER MINE

Baiklah, ini dia. Takahisa Masuda.
Ia telah menyelesaikannya!
Ia telah selesai menyanyikan kembali sebuah karya terbaik dari Yamashita Tatsuro-san.
Aku sudah tahu bahkan sebelum aku mendengarkannya.

“Lagu ini benar – benar akan menjadi lagu yang bagus!!!!!!!”

Dan setelah mendengarkannya, aku berpikir,

“Aku tahu! Lagu ini benar – benar bagus!!!!!!!”

Tentu saja suara lembut massu adalah perpaduan yang cocok.
Ini adalah pertama kalinya ia memutuskan untuk menyanyikan kembali lagu milik penyanyi lain sebagai lagu solonya.
Sebagai alasan mengapa ia memilih lagu ini, ia menyebutkannya di semua jenis tempat, namun...

Pada dasarnya itu karena ia selalu menyukai lagu ini dan ia telah banyak menyanyikannya.
Tentu saja, Massu banyak menyanyikannya. Seperti ketika di ruang ganti.

Namun jika hanya karena kau menyukai sebuah lagu, bukan berarti kau bisa begitu saja menyanyikannya kembali.

Ketika menyanyikan kembali sebuah lagu, si penyanyi harus bisa menyanyikan lagu tersebut dengan caranya sendiri, atau jika tidak itu hanyalah akan menjadi sebuah karaoke.

Kau harus memberikan nafas dan daya tarik tersendiri yang tidak ada di lagu aslinya.
Tanpa dikatakan pun hal tersebut jelas sangatlah sulit.
Bagaimanapun, lagu ini benar – benar memiliki sentuhan khas Massu.

Aku akan membahas detailnya nanti, sekarang aku akan membahas tentang lagu aslinya dulu.
Lagu ini adalah lagu tema untuk “Tokyo Tower”, film yang dibintangi oleh Okada-kun dari V6.

Bagi yang sudah menontonnya pasti tahu, filmnya menceritakan tentang sebuah hubungan asmara.

Lagunya sendiri sangat indah, dan ketika sekilas mendengarnya, lagunya tampak seperti lagu tentang cinta yang murni. Bagaimanapun, karena lagu ini dimainkan di akhir film, rasanya seperti menceritakan tentang cinta terlarang dan perasaan yang terkait dengan cinta semacam itu.

Mungkin bisa dikatakan ada sebuah kegilaan tentangnya.
Itu adalah “Ochite yukou (mari kita terjun dari kenikmatan)”.

Suara vokal Tatsuro-san ketika menyanyi berubah menjadi sangat dewasa, jadi lagunya lebih bisa dirasakan.

Dan arti dari “Hontou no ai no shijima (Ketentraman cinta yang sesungguhnya)”...
Ada banyak cara untuk menafsirkannya.

Senja. Matahari terbenam yang akan memberikan tempat bagi terbitnya malam hari.
Itulah kesanku terhadap lagu ini.

Bagaimanapun, secara luar biasa, lagu ini terasa berubah sepenuhnya ketika dinyanyikan oleh Massu.

Lagunya terdengar seperti lagu cinta yang murni dan jujur, yang dinyanyikan oleh seorang anak muda.
Lagunya jadi seperti menceritakan tentang cinta pertama.
Lagu Massu sangat tulus dan jujur.

Alasan mengapa terdengar seperti itu adalah  karena Massu diliputi kekaguman ketika menyanyikan lagu ini.

Aku yakin ia merasa gugup dan ragu – ragu untuk menyanyikan kembali sebuah lagu dari seorang senior yang dikagumi di dunia hiburan. (Sesungguhnya ia berkata bahwa ia sangat gugup ketika rekaman).

Dan mungkin itulah sebabnya, namun ia menyanyikan setiap kata dengan berhati – hati dan penuh perhatian.

Lagu ini lebih mirip seperti matahari terbit daripada matahari terbenam. Sebuah cahaya menyenangkan yang menyinari kota yang tertidur.

Ia memiliki daya tarik sendiri.

Aku tak perlu menyebutkan bahwa ia menyanyi dengan suara yang sangat indah.

Lebih dari itu, lagu ini juga dijiwai dengan ritme yang menenangkan dari hembusan nafas Takahisa Masuda.
Aku membayangkan bahwa wanita yang mendengarkan lagu “FOREVER MINE” akan merasa seakan Massu berbicara pada mereka.

Detak jantungmu akan berpacu, benar?

Benar - benar luar biasa. Lagu ini adalah lagu yang sangat indah.

Walaupun ia adalah member, kuharap banyak orang mendengarkan lagu ini.


Jadi baiklah, sampai sini saja untuk “Catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato: Edisi ~NEVERLAND ‘Hanya mengandalkan tekad untuk mendiskusikan lagu solo member”~.

Aku yakin ketika kau akan tampil solo, seharusnya kau melakukan sesuatu yang tak bisa kau lakukan ketika di grup. Para member mengekspresikan diri masing – masing. Dan aku bisa mengatakan dengan bangga bahwa lagu – lagu solo di album NEWS patut untuk didengarkan.
Tolong dengarkan juga lagu – lagu solo yang ada di album edisi reguler.

Dan sekarang, tinggal “Catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato: ~NEVERLAND ‘Edisi Ayame’~ untuk yang terakhir.
Aku akan berjuang untuk menyelesaikannya secepat mungkin!



cr.Jweb
by.D

Senin, 10 April 2017

Shigeaki no Cloud - 6 April 2017 - Part 1 [Indonesia Translate]






Baiklah, aku sudah bilang akan melakukannya, jadi...
Inilah yang terakhir.

Catatan yang sangat pribadi oleh Shigeaki Kato:
~NEVERLAND Edisi “Hanya mengandalkan tekad untuk mendiskusikan lagu solo member”~


17. I’m coming

Ummm, jadi inilah lagu solo yang pertama, dan segalanya telah naik ke titik ini... Bagaimana seharusnya aku menanganinya? Ya ampun.
Lagu ini seperti berisi tentang hal - hal dewasa, sungguh.
Bagaimanapun, jika kau adalah salah satu gadis muda  yang ketika mendengar kata “I’m coming” tidak berpikir “Um...” mungkin akan tepat untuk tetap berpikir “Wow! Tegoshi-kun, kau sangat mengagumkan!” LOL

Bahkan jika ada frasa yang tidak kau mengerti, jangan mencarinya di dalam kamus. LOL
Jadi bagaimanapun, untuk Tegoshi-kun yang mengatakan “let me hear” kau menjawab “I’m coming”, aku ingin menghadiahkan sebuah sertifikat  untuk “Menjadi Seorang Sesat Tua Polos yang Sangat Sadis”. LOL

Jika menganalisis liriknya, ya...
...Benar?

Mulai bagian awal sampai akhir, semua yang ada di lagu ini benar – benar bermaksud untuk membuatmu berkata “Aku datang”, lalu membuatmu ingin “datang”. LOL
Ia berkata “Purinsesu datte kuiin datte (Apakah kau seorang Putri atau seorang Ratu)”... Hey tunggu dulu.
Ketika mengatakan itu, bagimu, apakah tidak masalah siapapun orangnya? LOL
Maksudku di tempat pertama, kata “I’m coming” melintasi batasan nasional.
Bersoraklah karena tidak adanya batasan.

...Yang bisa kulakukan adalah mencoba untuk menertawakannya.

Namun andai kau tahu, Yuya Tegoshi mengagumi band seperti X JAPAN dan L’Arc~en~Ciel, jadi bisa dipahami bahwa lagu ini adalah jenis lagu yang disukainya.
Lagu ini juga mengandung banyak elemen yang membuatnya jadi memiliki rating “X”.

Nada tingginya kadang dinyanyikan seperti yang semestinya, kadang agak dibelokkan, dan kadang dibisikkan.
Tak diragukan lagi bahwa seluruh keuntungannya diambil dari keekspresifan suara vokal Tegoshi Yuya, dan inilah dirinya dalam elemen yang sesungguhnya.

Jika kita bandingkan lagu ini dengan lagu sebelumnya, dalam hal tujuannya, lagu ini mirip dengan “Addict”, namun Addict menggunakan gaya musik EDM.

Kupikir lagu ini mungkin menjadi lagu solo pertama yang menggunakan musik hard rock?

Sesungguhnya, ketika tiba pada bagian solo, apakah pilihan dia hanya lagu cinta yang menyedihkan dan lagu yang menyesatkan? LOL

Bisa dibilang, satu – satunya orang di Johnny’s yang sanggup melakukan sampai sejauh ini mungkin hanyalah dia.
Jika ada sesuatu yang baru tentang “I’m coming”, yang pada dasarnya adalah Tegoshi Yuya, aku bisa bilang bahwa itu adalah tentang kolaborasi dengan gitarisnya, Marty Friedman.

Kutebak banyak orang sudah tahu namanya atau pernah melihatnya di TV.
Ia adalah orang yang luar biasa.
Ia bukanlah orang asing aneh dengan potongan rambut liar.
Ia adalah salah satu gitaris terkemuka Amerika dan orang yang membantu mengangkat nama Megadeth ketika grupnya berada di puncak popularitas.
Jika mulai membahas tentang Megadeth, aku akan menghabiskan terlalu banyak waktu, jadi walaupun ini memalukan, aku akan membahasnya secara singkat.
Megadeth adalah salah satu dari Four Heavenly Kings dalam dunia musik metal dan juga band super dunia yang terkenal.
Ia adalah orang yang luar biasa, sungguh.

Metal adalah aliran musik yang membutuhkan teknik bermain gitar yang luar biasa untuk membuat suaranya seperti tercabik. Dengan kata lain, hal itu susah untuk dilakukan kecuali kau benar – benar bagus dalam bermain gitar, dan mungkin aku tak perlu mengatakannya lagi, namun Marty-san benar – benar bagus dalam hal itu.
Ia sangat bagus dalam hal yang dikatakan ia bagus, bisa dibilang sebagai sebuah penghinaan.
Teknik gitar virtuosonya juga disajikan di lagu ini.
Porsi yang signifikan dari kedalaman suaranya dapat ditemukan di lagu ini, yang berasal dari riff selama perkenalan lagunya, disajikan dengan gitar.

Dan yang menarik di sini adalah bahwa sesungguhnya permainan gitarnya justru membantu vokalis untuk menjadi lebih menonjol.
Pikiran bahwa Marty-san meninggalkan super band seperti Megadeth dan kemudian memutuskan aktif di Jepang  membuatku percaya bahwa ia adalah seorang yang sesat. LOL
Kolaborasi antara dua orang yang sama – sama sesat terasa gila dan mengagumkan.
Jadi, “I’m coming” adalah sebuah lagu yang sangat hebat.
Lepaskan dirimu, kosongkan pikiranmu, dan dengarkan lagu ini! Kemudian “rasakan”! dan “datanglah”!!!!


18. Nyanta

Aku sangat yakin beberapa dari kalian mendapatkan kesan bahwa lagu ini akan menjadi lucu dan menggelikan jika dilihat dari judulnya.

Bagaimanapun, lagu ini tidak seperti itu.

Ini adalah lagu kematian untuk Nyanta.

Seperti yang disebutkan di “M-E-N-A-I”, Nyanta, kucing peliharaannya, meninggal akhir tahun lalu.

Aku belum pernah mengalami kehilangan hewan peliharaan, apalagi kehilangan orang karena kematian. Itulah mengapa yang bisa kulakukan hanyalah mencoba membayangkan seperti apa perasaan kehilangan itu.

Namun tak peduli seberapa keras aku membayangkannya, aku tidak bisa memahami  kesedihan Koyama.

Bisa dibilang, rasanya menyakitkan ketika harus mengatakan selamat tinggal kepada seekor kucing yang telah bersamamu selama ini.
Sulit untuk mendeskripsikan perasaan seperti itu, aku akan membayangkannya.
Bagaimanapun, ketika mengetahui bahwa Nyanta meninggal, ia langsung mengambil pena dan kertas.

Ini hanyalah perkiraanku, namun aku yakin saat itu ia tidak berpikir tentang “menjadikan itu sebagai lagu soloku”.

Dan alasannya adalah, ia mengambil pena dan kertas.

Ia tidak bisa menahan dirinya untuk menuangkan segalanya ke dalam kata – kata.
Semua yang dirasakannya saat itu. Segala kenangan.
Ia melakukannya supaya bisa berdamai dengan keadaan yang terjadi.

Pada saat seperti itu, menuangkan kata – kata ke dalam tulisan akan sangat membantu bagi seseorang.

Lirik yang ditulis tampaknya dikerjakan dengan kecepatan tinggi, dan memang diselesaikan hanya dalam waktu dua puluh menit.

Mungkin karena waktu yang singkat itu, liriknya tidak mengandung metafora maupun makna yang mendalam. Kata – kata yang digunakannya sederhana dan jujur.

Bagaimanapun, dibalik semua kebohongannya, waktu – waktu yang berharga dihabiskan bersama dengan Nyanta.
Kata – kata tersebut merupakan darah, daging, dan air mata dari kehidupan Koyama. Ia adalah Koyama.
Itulah mengapa kata – katanya mengalir dengan sangat emosional.

Mari kita mulai membicarakan tentang lagunya.

Beberapa dari kalian mungkin merasa bingung karena walaupun lagu ini tentang kematian hewan peliharaan, namun musiknya sangat riang.

Ketika kalian mendengarkan album kami dan mendengar bahwa lagu ini menceritakan tentang kematian Nyanta, mungkin kalian membayangkan lagunya akan menjadi lagu ballad yang penuh air mata?
Ketika kau berpikir lagu ini lucu dan menggelikan, ternyata justru berisi tentang kematian hewan peliharaan. Walaupun seharusnya menjadi lagu tentang kematian hewan peliharaan, melodinya menggunakan kunci mayor.
Bukankah sangat tidak cocok?

Tidak, tidak sama sekali.
Karena lagunya tidak hanya tentang kehilangan orang yang dicintai.

Lagu ini juga merupakan lagu penyemangat.

Ini adalah lagu penyemangat yang ditujukan pada Keiichiro koyama yang saat ini harus hidup di dunia ini tanpa Nyanta. Ia menyanyikannya untuk dirinya sendiri.
Itula mengapa.
“Kitto. Kitto. Daijoubu. (Pasti. Pasti. Segalanya akan baik – baik saja)”
Itulah yang ia katakan dan coba diyakinkannya ketika menyanyikan bagian refrainnya.
Itulah saat ketika ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Dan itu juga kata – kata yang Nyanta katakan padanya.
Kata – kata itu juga bisa ditafsirkan seakan – akan dinyanyikan oleh Nyanta untuknya.
Tak ada yang bisa kulakukan selain mendengar Koyama-san dan Nyanta menyanyikan bagian refrainnya bersama.

Koyama-san menyanyi untuk menyemangati dirinya sendiri, dan Nyanta menyanyi untuk menyemangati Koyama-san.
Nyanta hidup dalam diri Koyama-san.
Tak peduli kematian yang seperti apa, manusia harus tetap menjalani hidup.
Itulah mengapa manusia harus mengatasi kematian itu dan menjadi lebih kuat.
“Nyanta” adalah lagu yang secara pribadi sangat mendalam, yang Koyama-san nyanyikan sebagai sebuah janji.

Namun itulah yang membuat kita bisa membayangkan ikatan antara Koyama-san dan Nyanta, dan itulah mengapa lagunya sangat mengharukan.
Liriknya ditulis dengan sangat cepat dan diselesaikan dalam waktu dua puluh menit.
Mungkin ini adalah hadiah terakhir dari Nyanta.

Dan untuk menanggapi Nyanta, Koyama-san menunjukkan rasa terima kasihnya.

Aku tidak akan pernah lupa.
Aku akan tetap memanggil namamu, katanya.

Kebetulan, her0ism-san, orang yang menciptakan musik untuk lagu ini, sesungguhnya juga baru kehilangan anjing peliharaannya beberapa waktu yang lalu.

Ketika diberitahu tentang apa yang terjadi saat lagu ini ditulis, ia tampaknya sangat terkejut menerima permintaan untuk membuat musiknya, dan permintaan ini beresonansi dengannya.

Sebuah hadiah terakhir yang diberikan oleh hewan peliharaan keduanya. Melihat kenyataan seperti ini sambil mendengarkan lagunya membuat mataku memanas.
Suaranya sangat mudah untuk dikenali, kuat dan goyah sekaligus, namun hal itu terasa sangat manusiawi.
Aku ingin memberikan beberapa kata dari diriku sendiri.

Nyanta, terima kasih atas lagu yang indah ini.


cr.Jweb
by.D